Menu

SOLID GOLD BERJANGKA

Member of Jakarta Futures Exchange  & Member of Indonesia Derivatives Clearing House Member of Indonesia Commodity and Derivatives Exchange & Member of Indonesia Clearing House

SOLID BERJANGKA | Kisah Nicolaus Copernicus, Bapak Astronomi Modern

https: img.okeinfo.net content 2018 02 19 18 1861800 kisah-nicolaus-copernicus-bapak-astronomi-modern-QVhWgd80In.jpg

SOLID BERJANGKA MAKASSAR - DUNIA astronomi harus berterima kasih kepada Nicolaus Copernicus. Sebab, pria Polandia itu adalah ilmuwan Benua Eropa pertama yang mengatakan bahwa bumi dan planet-planet lain mengitari Matahari, bukan sebaliknya seperti pendapat umum saat itu.

Nicolaus Copernicus lahir di Torun, kota kecil dekat Sungai Vistula, pada 19 Februari 1473, di sebuah keluarga saudagar yang cukup ternama. Setelah ayahnya meninggal, Copernicus diasuh oleh pamannya yang kelak menjadi seorang uskup.

BACA JUGA : PT Solidgold Berjangka Glosarium

Sang paman memastikan bocah itu mendapat pendidikan terbaik demi memuluskan langkah dalam bidang keagamaan dengan cara mengikuti hukum kanonik (tata cara Katolik). Copernicus muda belajar seni liberal di University of Krakow, termasuk astronomi dan astrologi. Ia kemudian dikirim ke Italia untuk belajar kedokteran dan hukum.

Saat menempuh pendidikan di University of Bologna, Italia, Copernicus tinggal di rumah milik Domenico Maria de Novara, ahli astronomi terkenal di universitas tersebut. Ia sering membantu Domenico dalam mengamati bintang-bintang demi membuktikan bahwa astrologi dan astronomi adalah dua hal yang berbeda.

BACA JUGA : Solidgold Berjangka Loco London Gold

Novara adalah orang pertama yang mengritik sistem Ptolemeus, paham yang percaya bahwa bumi adalah pusat tata surya. Copernicus nampaknya terinspirasi dari pemikiran Domenico Maria de Novara.

Sang pemuda kemudian menempuh pendidikan di University of Padua dan pada 1503 menerima gelar doktor dalam hukum kanonik di University of Ferrara. Ia kembali ke Polandia dan menjadi pengurus gereja sekaligus seorang dokter. Di waktu senggangnya, Copernicus mendedikasikan dirinya untuk penelitian ilmiah, termasuk astronomi.

reputasinya sebagai ahli astronomi mulai menampakkan hasil ketika pada 1514. Copernicus diajak oleh gereja untuk mendiskusikan perubahan dalam sistem kalender yang dibentuk oleh Julius Caesar sejak zaman Romawi.

BACA JUGA : PT Solidberjangka Transaksi Sistem Online

Hingga saat itu, orang Eropa masih percaya pada paham yang ditemukan oleh Ptolemy pada abad ke-2 Masehi. Ia menyatakan bahwa bahwa matahari, planet, dan bulan bergerak dalam lingkaran kecil di sekitar lingkaran yang jauh lebih besar yang mengelilingi Bumi. Paham itu diterima oleh Eropa hingga 1.000 tahun ke depan.

Akan tetapi, hingga saat Copernicus lahir, bukti-bukti yang dikumpulkan ahli-ahli astronomi berpendapat sebaliknya. Para ahli itu tidak setuju dengan urutan-urutan planet dari bumi hingga Copernicus datang untuk menyelesaikannya pada abad ke-16.

Nicolaus Copernicus dikenal dengan teori heliosentrisnya di mana bumi dan planet lain mengeliling matahari. Ia mempertahankan kepercayaan kuno bahwa lingkaran mengatur langit, namun buktinya menunjukkan bahwa bahkan di alam semesta yang terpusat pada matahari, planet dan bintang tidak berputar mengelilingi matahari dalam orbit melingkar.

BACA JUGA : Solidberjangka Transaksi Online Snapshot

Adanya pertentangan berbagai paham saat itu membuatnya menunda penerbitan karyanya, ‘De revolutionibus orbium coelestium libri vi’ atau ‘Enam Buku tentang Revolusi Orbit Surgawi’. Buku selesai ditulis pada 1530, tetapi baru diterbitkan pada 1543, tahun terakhir Copernicus di dunia.

Dalam karya tersebut, Copernicus pendapat bahwa bahwa Bumi dan planet-planet berputar mengelilingi matahari membawanya untuk membuat sejumlah penemuan astronomi utama lainnya. Sementara berputar mengelilingi matahari, Bumi, menurutnya, berputar pada porosnya setiap hari dan Bumi membutuhkan satu tahun untuk mengorbit matahari.

Selama beberapa dekade, pendapat Copernicus itu tetap tidak diakui oleh semua kecuali astronom berpikiran modern, yakni para pengagum pendapat tersebut. Baru pada awal abad ke-17 Galileo dan Johannes Kepler mengembangkan dan mempopulerkan teori Copernicus, yang bagi Galileo berujung pada pengadilan agama karena dianggap mengembangkan ajaran sesat.

BACA JUGA : Solidgold Peraturan Transaksi Online

Mirip dengan teori Isaac Newton dalam mekanika langit di akhir abad ke-17, teori Copernicus akhirnya dengan cepat diterima dan menyebar di negara-negara non-Katolik. Pada akhir abad ke-18, teori Nicolaus Copernicus akhirnya diterima secara universal.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.