Menu

SOLID GOLD BERJANGKA

Member of Jakarta Futures Exchange  & Member of Indonesia Derivatives Clearing House Member of Indonesia Commodity and Derivatives Exchange & Member of Indonesia Clearing House

SOLID BERJANGKA | Rupiah Terimbas Krisis Turki

https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 14 320 1936250 rupiah-kena-dampak-lira-berikut-respon-para-menteri-px4JlYvuxp.jpg

SOLID BERJANGKA MAKASSAR - Krisis ekonomi di Turki yang menyebabkan mata uang Turki, Lira, merosot tajam turut berimbas ke Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terdepresiasi tajam hingga menyentuh posisi Rp14.600 per USD.

Tidak hanya itu, jatuhnya nilai tukar Rupiah memicu sentimen negatif di pasar modal. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 215,9 poin atau 3,55% ke level 5.861,24.

Para punggawa ekonomi Tanah Air sepakat bahwa depresiasi Rupiah adalah efek domino krisis ekonomi Turki. Sebab, kondisi fundamental Indonesia terbilang masih cukup kuat dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27% yang sesuai dengan target pemerintah dan inflasi Juli pada posisi 0,28% yang terbilang rendah.

BACA JUGA :PT Solidgold Berjangka Glosarium

Okezone telah merangkum pernyataan Menteri Kabinet Kerja bidang perekonomian terkait dengan pelemahan Rupiah dari berbagai sumber, sebagai berikut:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

Menko Darmin menilai, pelemahan nilai tukar lira tidak hanya akan berdampak kepada pelemahan nilai tukar Rupiah, namun juga berdampak kepada nilai mata uang negara berkembang lain. 

Menurut Darmin, dampak tersebut tidak perlu menjadi kekhawatiran besar. Hal ini dikarenakan krisis Turki dipicu oleh AS yang membebankan bea masuk impor yang tinggi bagi aluminium dan baja.

BACA JUGA :Solidgold Berjangka Loco London Gold

“Itu terlalu berlebihan. Turki memang ada hal khusus di sana sehingga kena dampaknya. (Itu) tidak mesti berlaku di negara lain. Sebenarnya Indonesia bisa tidak kena imbasnya, kalau orang berpikir pasti tidak akan ada imbasnya,” ungkapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia berbeda dengan Turki yang tengah dilanda kekhawatiran krisis ekonomi akibat gejolak pasar keuangan. Indonesia punya hal-hal positif yang dilihat dalam sepekan terakhir.

BACA JUGA :PT Solidberjangka Transaksi Sistem Online

“Pertumbuhan kita kuat, inflasi rendah, dan defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) diperkirakan lebih rendah,” kata Sri Mulyani di Tangerang, Banten.                                 

Menurutnya, dampak dari adanya kekhawatiran krisis ekonomi di Turki akibat penurunan mata uang lira masih sebatas persepsi. Akan tetapi, kata Sri, pemerintah akan tetap mewaspadai dan berkoordinasi dengan pihak lain seperti BI dan OJK. 

Terutama, dengan melebarnya current account deficit atau neraca transaksi berjalan (CAD) di kuartal II-2018 yang mencapai USD8 miliar atau 3% terhadap PDB. Angka defisit ini jauh lebih besar dibandingkan CAD di kuartal sebelumnya sebesar USD5,7 miliar atau 2,2% terhadap PDB.

BACA JUGA :Solidberjangka Transaksi Online Snapshot

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

Menteri Bambang juga meyakini kondisi perekonomian Indonesia saat ini lebih baik di bandingkan Turki kendati rupiah melemah dan menembus level Rp14.600 per dolar AS.

“Kita harus melakukan rasionalisasi yang baik, sehingga terlihat bedanya Indonesia dengan Turki. Saya yakin kita dalam posisi yang lebih baik di bandingkan dengan Turki,” ujarnya.

Menurut Bambang, BI relatif lebih independen dibandingkan Bank Sentral Turki (The Central Bank of Republic of Turkey/ CBRT), yang mendapatkan intervensi dari pemerintahnya.

“Yang penting kita menjaga stance, posisi kita, bahwa bank sentral itu independen. Ke dua, inflasi terkendali. Karena Turki itu double digit inflasinya, kita kan 3%-4%. Ke tiga, kestabilan makro kita relatif terjaga,” katanya

BACA JUGA :Solidgold Peraturan Transaksi Online

Sebagaimana dilansir Reuters, mata uang lira mencapai titik terendah sepanjang sejarah, yakni 7,24 lira per dolar AS. Nilai mata uang lira mengalami penurunan hingga 40% terhadap dolar sepanjang tahun ini. Pada Jumat (10/8/2018), nilai tukar lira terhadap dolar AS bahkan anjlok 20%.

Banyak pihak menilai, memburuknya nilai lira berkaitan dengan memanasnya hubungan Turki dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat investor Eropa dan AS mengamati dengan teliti fenomena tersebut. Kehancuran lira juga memengaruhi mata uang lain di Asia dan mata uang lain seperti franc (Swiss), dan yen (Jepang). 

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.